pelatihan guru inti 2019
Sementaraitu, untuk Pusat Belajar Guru (PBG), terdapat 18 Guru inti yang telah melakukan pelatihan guru terpadu di 10 kecamatan pada bulan September-November 2019, dengan total penerima manfaat
Pelatihanguru inti PKP TIK muatan Informatika dilaksanakan selama 6 hari, yaitu tanggal 30 September sampai dengan 06 Oktober 2019, bertempat di BP PAUD & DIKMAS Sulawesi Selatan Jl Adhyaksa No. 2 Panakkukang, Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan 90231.
MenteriPendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pelatihan instruktur nasional akan dilakukan di Jakarta. "Instruktur nasional ini nanti akan melatih guru-guru inti," katanya. Pelatihan guru inti akan dilakukan awal hingga pertengahan Juni. Guru-guru inti tersebut akan dilatih di regional masing-masing.
DiklatGuru Inti ini akan dilaksanakan sejak tgl 18 - 24 September 2019.
Pelatihan sebelumnya, dilatih di pusat, tapi mulai 2019, dikaitkan dengan penguatan kompetensi pembelajaran, menjadi pelatihan berbasis zonasi dengan melatih para guru inti menjadi fasilitator yang baik, mencakup dari sekolah dasar hingga sekolah menengah," kata Supriano.
Freie Presse Anzeige Er Sucht Sie. Reportase Nuni Fitriarosah BANDUNG BARAT-NEWSROOM. Enam guru matematika SMP Kabupaten Bandung Barat bersama sejumlah guru mata pelajaran yang sama dari kabupaten lainnya di Jawa Barat, mengikuti pembekalan Guru Inti Program PKB melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran PKP berbasis zonasi. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan PPPPTK Matematika tersebut bertempat di LPMP Jawa Barat berlangsung seminggu 20-26 Agustus 2019. Para guru tersebut adalah Ujang Rahmat Slamet SMPN 1 Gunung Halu, Aah Masruah SMPN 1 Cililin, Rika Kaniawaty SMPN 1 Padalarang, Nuni Fitriarosah SMPN 4 Ngamprah, Hendra Sudrajat SMPN 3 Sindangkerta, dan Suci Intan Sari SMPN 4 Lembang. Selama tujuh hari dibekali berbagai materi sebagai persiapan program PKP yang pada tahun 2019 ini mengalami perubahan skema pelatihan, yang semula dilatih di pusat, namun dikaitkan dengan penguatan kompetensi pembelajaran, menjadi pelatihan berbasis zonasi dengan melatih para guru inti menjadi fasilitator yang baik, mencakup dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Program PKP rencananya akan memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok kerja di zonanya masing-masing. Peningkatan kompetensi ini berbiaya murah karena berbasis zonasi. Guru tidak perlu meninggalkan kegiatan belajar dan mengajar KBM di kelas, melaksanakan peer teaching pada kegiatan kelompok kerja, serta peer learning sesama guru dalam zonasinya. Selain itu, kerjasama antara guru secara berkomunitas community learning, serta kepala sekolah dan pengawas sekolah saling bertukar pengalaman. Pelatihan dilakukan berdasarkan pendekatan masalah yang berawal dari refleksi diri dan analisis hasil UN/USBN serta ujian sekolah. Implementasi program PKP akan berpusat pada kegiatan di zonasi, di mana guru akan melakukan peningkatan kompetensi di zonanya masing-masing, guru tidak lagi dikumpulkan di kabupaten/kota dalam waktu tertentu dan meninggalkan kelas. Ujang Rahmat Saleh mengungkapkan bahwa sistem zonasi telah dilaksanakan dalam pengaturan penerimaan siswa baru. Mulai tahun ini Pemerintah melalui Kemdikbud menjadikan zonasi sebagai basis pelatihan guru. Para Guru Inti dilatih untuk menjadi fasilitator yang baik agar dapat menjadi pelaku perubahan layanan pendidikan di zonanya masing-masing. “Dalam menjalankan peran sebagai Guru Inti, mudah-mudahan dapat menjadi ujung tombak untuk membenahi layanan pendidikan di masing-masing zona. Harapannya pelatihan guru berbasis zonasi ini dapat mengantarkan keberhasilan guru dalam mendidik dan mengantarkan seluruh siswa menjadi berprestasi tanpa diskriminasi,” ungkapnya. Lebih jauh Ujang rahmat menyampaikan tujuan kegiatan di atas adalah meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi KBTT. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas para Guru Inti dalam memfasilitasi guru sasaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi guru. “Seperti kita ketahui bahwa pembangunan SDM menjadi fokus perhatian dari pemerintah. Guru adalah salah satu SDM di bidang pendidikan. Penerimaan siswa berdasakan zonasi memberi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pendidikn tanpa memandang stigma sekolah favorit dan bukan sekolah favorit. Guru yang hebat itu dalah guru yang bisa mengantar semua siswa menjadi cerdas, dan sekolah bisa mengantar seluruh siswa menjadi cerdas. Kita berharap guru dapat lebih meningkatkan kontribusi untuk mendukung pembangunan SDM guna menyongsong bonus demografi,” lanjut Ujang Rahmat. Sementara itu, Nuni Fitriarosah mengatakan bahwa pembekalan ini membantu Guru Inti memahami dan menganalisis strategi dalam memfasilitasi guru sasaran dalam mengembangkan desain pembelajaran dan penilaian berorientasi KBTT yang terintegrasi lima unsur utama Penguatan Pendidikan Karakter PPK dan literasi dalam rangka mencapai kecakapan Abad 21. Pendidikan karakter adalah jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, begitu pula dengan Gerakan Literasi Nasional GLN yang merupakan induk gerakan literasi di lingkungan Kemdikbud yang dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak mulai dari lingkup keluarga, sekolah maupun masyarakat. “Pembekalan Guru Inti ini adalah awal dari proses peningkatan mutu pembelajaran. Materi yang diberikan pada pembekalan Guru Inti kembali menyadarkan guru bahwa Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang tertuang dalam Permendikbud 37 tahun 2018 harus dijadikan pedoman sebelum melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Sehingga guru mengetahui titipan apa yang terkandung dalam Permendikbud tersebut. Selain itu, Pembelajaran terintegrasi PPK dan GLN yang berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi’ menjadikan guru menyadari bahwa antar PPK, GLN dan proses pembelajaran berbasis KBTT adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Nuni. Di sisi lain, Rika Kaniawaty menandaskan bahwa program ini harus mempertimbangkan pendekatan kewilayahan atau dikenal dengan istilah zonasi. Hal ini guna meningkatkan efisiensi, efsektivitas, serta pemerataan mutu pendidikan. Pengelolaan kelompok kerja guru, yang selama ini dilakukan melalui gugus atau rayon, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai rata-rata UN/USBN, atau pertimbangan mutu lainnya. “Semoga kompetensi guru di KBB semakin merata. Semua guru agar mau mendukung program PKB melalui PKP berbasis zonasi, karena program ini mungkin saja tidak akan secara instant dapat terlihat manfaatnya. Namun, di kemudian hari kita dapat melihat bahwa ini dapat berdampak baik untuk peningkatan kompetensi kita sebagai guru maupun peningkatan kualitas siswa,” tandas Rika Kaniawaty. *** Editor Adhyatnika GU Total Views 0
Jakarta ANTARA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy mengimbau para guru inti untuk turut serta bekerja keras membangun sumber daya manusia SDM Indonesia. "Guru adalah ujung tombak untuk membenahi layanan pendidikan di masing-masing zona," ujar Mendikbud dalam keterangan pers yang di Jakarta, Senin. Sehingga, definisi keberhasilan guru haruslah diubah, yaitu dapat mendidik dan mengantarkan seluruh siswa berprestasi, tanpa diskriminasi. "Guru yang hebat itu bisa mengantar semuanya menjadi pintar, dan sekolah favorit itu bisa mengantar seluruh siswa menjadi pintar," kata dia. Menteri Muhadjir berharap para guru dapat lebih meningkatkan kontribusinya untuk mendukung pembangunan SDM Indonesia guna menyongsong bonus demografi. Pembangunan SDM menjadi fokus perhatian dari Pemerintah. Para guru supaya bekerja keras, tidak bisa lagi bermain-main dengan tunjangan profesi, terima tunjangan tapi tetap malas. Menurut dia, guru harus proaktif melaksanakan tugas di masing-masing zona layanan pendidikan tempat guru inti bertugas. Demikian disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Pembekalan Calon Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi, yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, yang berlangsung pada tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2019. Peserta kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran PKP Berbasis Zonasi yang diselenggarakan di Surabaya berasal dari 43 kota/kabupaten dari 17 Provinsi di Indonesia, meliputi Aceh, Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pada kelompok kerja di zonasinya. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano, menjelaskan mengenai adanya perubahan skema pelatihan kompetensi guru. “Pelatihan sebelumnya, dilatih di pusat, tapi mulai 2019, dikaitkan dengan penguatan kompetensi pembelajaran, menjadi pelatihan berbasis zonasi dengan melatih para guru inti menjadi fasilitator yang baik, mencakup dari sekolah dasar hingga sekolah menengah,” kata Supriano. Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran PKP akan memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok kerja di zonanya masing-masing. Peningkatan kompetensi ini berbiaya murah karena berbasis zonasi. Guru tidak perlu meninggalkan kegiatan belajar dan mengajar KBM di kelas, melaksanakan pengajaran sebaya pada kegiatan kelompok kerja, serta pembelajaran sebaya sesama guru dalam zonasinya. Selain itu, kerja sama antara guru secara berkomunitas, serta kepala sekolah dan pengawas sekolah saling bertukar pengalaman. Pelatihan dilakukan berdasarkan pendekatan masalah yang berawal dari refleksi diri dan analisis hasil UN/USBN serta ujian sekolah. Implementasi program PKP akan berpusat pada kegiatan di zonasi yang mana guru akan melakukan peningkatan kompetensi di zonanya masing-masing, guru tidak lagi dikumpulkan di kabupaten/kota dalam waktu tertentu dan meninggalkan kelas. Supriano berharap para guru inti yang telah dilatih dapat menjadi pelaku perubahan layanan pendidikan di zona masing-masing pada Tahun Ajaran 2019/2020. “Diharapkan guru inti mulai Tahun Ajaran 2019/2020 ini bisa menjadi pelaku peran perubahan di tingkat zonasi,” kata Supriano lagi. Perubahan skema pelatihan bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan masalah layanan pendidikan di tiap daerah. Pelatihan, lanjutnya, akan memfokuskan pada permasalahan layanan pendidikan, dan menggunakan Ujian Nasional sebagai identifikasi sumber permasalahan. Sumbernya Ujian Nasional karena itu capaian riil dari siswa.* Baca juga Mendikbud Zonasi tidak hanya berkait dengan penerimaan siswa baru Baca juga Kemendikbud nyatakan distribusi guru akan berdasarkan zonasiPewarta IndrianiEditor Erafzon Saptiyulda AS COPYRIGHT © ANTARA 2019
Significado de Guru Guru é um termo que se originou no antigo idioma sânscrito da Índia, e pode ser entendido como sinônimo de professor, guia espiritual ou mestre. O termo guru originalmente estava associado a religiões como o budismo, o hinduísmo e o siquismo, contudo, com o tempo o termo ganhou no ocidente uma acepção mais secular. Hoje em dia, no âmbito das religiões oriundas da Índia, ainda encontramos o termo guru sendo usado em sua acepção original, e é possível encontrar na internet diversos gurus que trazem ensinamentos religiosos, ensinando técnicas de meditação ou de sexo tântrico, por exemplo. Encontramos também gurus nascidos e instruídos no ocidente que ensinam sobre as religiões indianas. No entanto, atualmente o termo guru no ocidente também pode ser usado em um sentido laico, significando alguém que é especialista e professor de algum tema específico, e neste sentido podemos encontrar por exemplo “o guru da informática”, “o guru da bolsa de valores”, “o guru do amor”, “o guru das vendas” e etc. A etimologia da palavra guru é controversa. Contudo, uma das interpretações mais conhecidas sobre o significado etimológico da palavra guru nos diz que no sânscrito a sílaba “gu” significa “trevas” ou “escuridão” e a sílaba “ru” significa “o que dissipa”, “aquele que afasta”, assim, originalmente a palavra poderia ser entendida como “aquele que dissipa a escuridão”, ou seja, aquele que ilumina, traz a iluminação, o esclarecimento, a sabedoria. O Guru do Amor O Guru do Amor é o nome de um filme lançado em 2008. Trata-se de uma comédia americana que tem como título original The Love Guru. O filme narra a história de um homem educado na Índia que retorna aos EUA fazendo sucesso com ensinamentos sobre relacionamentos. O filme é estrelado por Mike Myers e no elenco conta ainda com Justin Timberlake e Jessica Alba.
El rector de la Universidad Nacional de San Martín UNSAM, Carlos Greco, y el presidente del INTI, Ruben Geneyro, anunciaron el trabajo conjunto para fortalecer la formación en materia de Industria a través del Instituto de Calidad Industrial INCALIN, creado hace ya 25 años por estas dos instituciones. Así, durante 2021 se suma a la oferta académica un curso específico en la temática dirigido a pymes, una diplomatura universitaria, un doctorado y prácticas profesionales. La cuarta revolución El concepto Industria es relativamente reciente y está asociado al fenómeno conocido como la cuarta revolución industrial, un proceso que comprende profundas transformaciones productivas y organizacionales basadas en la incorporación de las tecnologías digitales a la industria. De hecho, es uno de los principales lineamientos del Plan Estratégico 2025 del INTI. Tanto el instituto tecnológico como la UNSAM definieron la necesidad de contar también con un INCALIN En ese sentido, señalan que “surge la necesidad de complementar el exitoso camino recorrido en materia de formación profesional con una nueva oferta que haga del INCALIN el brazo educativo universitario para la Industria Por eso, idearon un plan de formación que incluirá, durante 2021, el Curso Introductorio a Industria para pymes, de 40 horas, durante mayo; una diplomatura universitaria, desde julio; un doctorado con orientación en Industria con dictado de materias electivas para tesis doctorales referidas a aplicaciones de ciencia de datos, internet industrial de las cosas, robótica integrada a procesos productivos, inteligencia artificial, gestión del diseño industrial y manufactura aditiva y calidad industrial y también formación práctica en automatización y aplicaciones con un equipo que se encuentra en el INTI y fue cedido en comodato por dos años por la empresa SMS Argentina, de origen japonés. Además, el INTI y la UNSAM trabajan en la creación y posterior acreditación ante la Comisión Nacional de Evaluación y Acreditación Universitaria CONEAU de una carrera de maestría, que se podría lanzar en 2022. El equipo cedido se denomina Learning and research Factory SMC HAS200 y permite realizar simulaciones de trabajo en una línea de producción industrial en escala pequeña. Se utilizará en capacitaciones y trabajos prácticos en el INCALIN. Geneyro, Greco y sus respectivos equipos de trabajo pudieron ver el equipamiento durante la recorrida por el Parque Tecnológico Miguelete. También visitaron la sala de robótica del sector de Mecánica del INTI, donde vieron dos robots cedidos por la empresa MW, y los laboratorios de Alta tensión y de Luminotecnia, en el sector de Física y Metrología. Calidad e innovación, un camino conjunto A lo largo del tiempo, el INCALIN forjó prestigio como institución de referencia para la formación en metrología y, más adelante, también en innovación tecnológica orientada al desarrollo de nuevos productos. Con esa visión, se creó en su momento la carrera de Doctorado en Calidad e Innovación Industrial, que en este momento cuenta con más de veinte tesis doctorales en elaboración, con la posibilidad de sumar otras 10 el año próximo. A esta experiencia educativa se incorporó en los últimos años la formación de grado dirigida a ingenieros con una fuerte orientación a la calidad. Actualmente el INCALIN forma también a ingenieros industriales e ingenieros en alimentos, con planes de carrera que incorporan materias optativas, trabajos prácticos y conceptos propios del paradigma Industria como fundamentos de big data, internet de las cosas, gestión del diseño industrial, impresión 3D y robótica. Actualmente, el INCALIN cuenta con más de dos mil egresados, de los cuales aproximadamente un 80 por ciento se desempeña en empresas industriales y un 20 por ciento en el INTI y otras instituciones como el Servicio Nacional de Sanidad y Calidad Agroalimentaria SENASA, el Instituto Nacional de Alimentos INAL, el Instituto Nacional de Tecnología Agropecuaria INTA, la Comisión Nacional de Energía Atómica CNEA, el Instituto Nacional de Microbiología Malbrán, el Organismo Argentino de Acreditación OAA, y diferentes universidades.
JAKARTA Suara Karya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud mulai menggelar pelatihan yang tidak lagi terpusat, tetapi berbasis zonasi. Sistem dimulai lewat pembekalan guru inti yang akan menjadi fasilitator di zonasinya masing-masing. “Kami harap para guru inti, mulai dari jenjang sekolah dasar SD hingga sekolah menengah atas SMA ini bisa nmenjadi fasilitator yang baik,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka pembekalan bagi calon guru inti tahap pertama, di Surabaya, Jumat 26/7/2019. Mendikbud juga meminta para guru inti untuk bekerja secara proaktif demi tercapainya peningkatan kompetensi guru di zonasinya masing-masing. Hal itu akan berdampak pada pembangunan sumber daya manusia SDM Indonesia. “Guru adalah ujung tombak pembenahan layanan pendidikan di masing-masing zona,” kata Muhadjir dalam kegiatan yang dilaksanakan hingga 2 Agustus mendatang. Karena itu, lanjut Muhadjir, definisi keberhasilan guru haruslah diubah. Yaitu, bagaimana mendidik dan mengantarkan seluruh siswa menjadi berprestasi tanpa diskriminasi. “Guru yang hebat itu bisa membuat anak menjadi pintar,” katanya menegaskan. Ia juga berharap guru tidak main-main dalam pekerjaannya. Mengingat Indonesia saat ini mendapat bonus demografi. Jika tidak dikelola dengan baik dikhawatirkan bonus demografi itu akan menjadi beban pemerintah di masa depan. “Para guru kan sudah diberi tunjangan profesi, karena itu tidak boleh bermalas-malasan. Karena mutu SDM memainkan peran penting dalam pemajuan bangsa,” ujarnya. Disebutkan, peserta pembekalan calon guru inti pada Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran PKP Berbasis Zonasi datang dari 43 kabupaten/kota yang tersebar di 17 provinsi yaitu Aceh, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Program tersebut dilaksanakan untuk memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah dan pengawas sekolah pada kelompok kerja di zonasinya. Sementara itu Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan GTK Kemdikbud, Supriano menjelaskan, ada perubahan skema pelatihan kompetensi guru. Dari sebelumnya terpusat di Jakarta, mulai beralih di masing-masing zonasi sekolah. Pelatihan dimulai tahun 2019, dengan memberi pembekalan kepada setiap guru inti, yang selanjutnya ditularkan ke guru lainnyam “Program PKP akan memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok kerja di zonanya masing-masing. Peningkatan kompetensi ini berbiaya murah karena berbasis zonasi,” ujarnya. Selain itu, lanjut Supriano, guru juga tak perlu meninggalkan kegiatan belajar dan mengajar KBM di kelas, melaksanakan “peer teaching” pada kegiatan kelompok kerja, serta “peer learning” sesama guru dalam zonasinya. Selain itu, kerja sama antara guru secara berkomunitas atau community learning. “Dan yang tak kalah penting adalah kepala sekolah dan pengawas sekolah saling bertukar pengalaman. Pelatihan dilakukan berdasarkan pendekatan masalah yang berawal dari refleksi diri dan analisis hasil ujian nasional/ujian sekolag berstandar nasional UN/USBN,” tuturnya. Ditambahkan, implementasi program PKP berpusat pada kegiatan di zonasi, dimana guru melakukan peningkatan kompetensi di zonanya masing-masing, guru tak lagi dikumpulkan di kabupaten/kota sehingga meninggalnya kelas dalam waktu tertentu. Supriano berharap guru inti yang dilatih dapat menjadi pelaku perubahan layanan pendidikan di zona masing-masing pada Tahun Ajaran 2019/2020. Perubahan itu bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan masalah layanan pendidikan di tiap daerah. “Tak boleh lagi ada pelatihan di pusat, berbulan-bulan tapi tidak ada hasilnya. Dari pusat akan turun, super klinis, menyelesaikan masalah apa dan diselesaikan disitu,” ujarnya. Pelatihan, lanjut Supriano, akan fokus pada masalah layanan pendidikan dengan menggunakan hasil UN sebagai identifikasi sumber permasalahan. “Sumbernya UN berbasis komputer UNBK karena itu capaian riil dari siswa. Tidak ada lagi contek mencotek,” katanya. Pembekalan guru inti dilaksanakan di 4 lokasi, yaitu Surabaya-1, Bali-1, Solo dan Yogyakarta. Selanjutnya, pembekalan akan berlangsung di 3 lokasi, yaitu Jakarta, Bali-2. Peserta atau guru inti yang dapat pembekalan berjumlah 750 orang, terdiri dari 90 guru kelas SD dan guru mata pelajaran yaitu bahasa Indonesia, Inggris, matematika, IPA DAN PPKN untuk jenjang SMP. Tri Wahyuni
pelatihan guru inti 2019